Baity Jannaty : Dibalik Kekurangan diri Seseorang Tersimpan suatu Kelebihan

 Fast FM Magelang,  24-11-2017 09:34:33

  

 Baity Jannaty

Edisi : Selasa, 14 Nopember 2017 M/ 26 Safar 1439 H.

Dari 90,1 Radio Fast FM Tegalrejo Magelang

 Tema : Dibalik Kekurangan diri Seseorang Tersimpan suatu Kelebihan

(Dari salah satu surat pendengar)

 

Assalamu’alaikum Warachmatullohi Wabarakaatuh,

Tidak ada sepatah kata yang patut saya ucapkan untuk mengawali surat ini, kecuali puji syukur atas maha besar Alloh Swt, dan sholawat ta’dzim semoga senantiasa tercurahkan atas makhluk termulia Nabi Muhammad Saw. Sebelumnya, Gus Yusuf yang saya hormati dan sangat saya harapkan bimbingan dan nasihatnya. Tidak lupa kepada mas Dimas di studio radio Fast.

 Sudah sekian lama, ada yang ingin saya sampaikan mengenai permasalahan ini kepada Gus Yusuf melalui acara rumahku surgaku.

 Begini GUS…,

Sampai sekarang saya masih lajang dan juga belum punya pekerja’an tetap. Beberapa kali saya ajukan lamaran, baik melamar wanita maupun kerja’an, tapi pada akhirnya lamaran saya tetap ditolak. Disamping karena fisik saya serba kurang, juga keahlianpun tidak saya miliki.  

 Sering sekali terlintas dalam benak pikiran saya mengenai diri pribadi saya. kalau melihat teman-teman disekeliling saya, yang ada hanya perasaan minder dan takut. Bagaimana tidak?, mereka semua orang-orang yang serba bisa, dan punya banyak kelebihan, baik dalam segi Fisik maupun tehnik. Tidak seperti saya ini, yang ada hanya kekurangan dan kekurangan.

 Berbagai usaha atau pembelajaran telah saya lakukan agar saya seperti mereka, “dari barat sampai timur” itupun telah saya tempuh, tapi tetap saja saya selalu berselimutkan dengan kekurangan.

 Yang terakhir, mohon maaf jika dalam saya menuliskan surat ini banyak kata yang kurang pantas, sebuah harapan semoga saya dapat memetik hikmah nasihat dari gus yusuf melalui acara baity jannaty ini, dan juga buat seluruh pendengar radio fast fm. Sekian dari saya dan kemudian atas bimbingannya saya ucapkan jazakumullohu ahsanal jaza’ jazakumullohu khoiron katsir. Semoga bermanfa’at untuk semuanya.

 

Wassalamu’alaikum Warachmatullohi Wabarakaatuh.

Dari Saiful di Kajoran, Tempuran

Hakikat Manusia Dari Sisi Kemanusiaan.

 

  • Firman Alloh Swt:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلاً

Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. al-Isro’ : 70)

 Hakikat manusia adalah makhluk berakal yang dapat mempergunakan akalnya untuk menjamin kelangsungan hidupnya di dunia. Kepemilikan akal pada manusia merupakan potensi yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Sehingga dengan akal pikiranya, manusia dapat mengubah dirinya dan mengelola alam sesuai dengan kadar kemampuan akal yang dimilikinya.

Kita hidup bersama kelemahan atau kekurangan dan kelebihan. Semua itu Allah titipkan bukan tanpa hikmah di dalamnya. Allah menitipkan kelemahan kepada kita bukan untuk kita cela atau untuk kita keluhkan. Allah menciptakan manusia tidak ada yang sia-sia. Bagaimana pun wujudnya, manusia adalah makhluk paling sempurna yang Allah Swt ciptakan. Dari sebuah kelemahan, seseorang mampu mengubah dunianya. Di balik kelemahan sesungguhnya tersimpan pula kelebihan yang sempurna.

Menjadikan Kekurangan Menjadi Kekuatan.

Setiap kekurangan yang diberikan pasti ada kelebihan yang diberikan. begitu juga sebaliknya. Setiap kelebihan itu pasti ada kekurangan kerana kita memang di ciptakan lemah dan tidak sempurna. bahkan manusia dilahirkan dengan tidak memiliki suatu apapun.

وَاللهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُوْنِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ شَيْئًا

 “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun”.
 

Kemudian dilanjutkan dengan ayat dibawah ini Alloh Swt memberikan suatu fasilitas yang terdapat dalam diri manusia.

وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Surat an-Nachl : 78).

 Maka, Jadikanlah kekurangan yang kita miliki itu sebagai sumber kekuatan, simbol kehebatan dengan meanfa’atkan fasilitas yang telah diberikan oleh Alloh Swt. Dan kekurangan tersebut bukanlah sesuatu yang menghancurkan diri kita sendiri.

Hikmah Adanya Kelebihan Dan Kekurangan Manusia.

Coba Mas Saiful renungkan, bukankah Rasulullah telah menjadi contoh dalam kehidupan, karena ketebatasanya Rasulullah bisa menjadi orang sukses dan menjadi pemimpin dunia. Dan bukankah Ketika masih anak-anak  harus mengembala domba dimana pada masa itu adalah pekerjaan yang paling hina karena yang bekerja sebagai pengembala adalah para budak. Namun semangat beliau pantang mundur walaupun di hina dan di caci maki.  Hikmah dalam keterbatasan ini bukanlah memicu suatu problem yang mustahil untuk bangkit dari keterpurukan.

Contoh kecil lagi, coba lihat mengapa ada  orang yang sukses dengan keterbatasan fisiknya tidak punya dua tangan atau kaki. Namun mengapa banyak  pengangguran, pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, dan sampah masyarakat padahal mereka orang sempurna secara fisiknya. Ingatlah! Bahwa pasti ada hikmah di balik keterbatasan fisik, asalkan  punya kemauan dan terus berusaha, sekali layar berkembang pantang pulang.

Disisi lain, Alloh Swt menciptakan suatu kelebihan mengandung hikmah agar manusia itu hidup bersama dan tidak mementingkan diri sendiri, dengan cara saling lengkap melengkapi. Yang kaya membantu yang miskin, yang sehat membantu yang sakit dan begitupun sebaliknya, yang berkekurangan supaya belajar pada kelebihan yang ada pada orang lain.

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوْا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. al-Maidah : 02)

Bersyukur Dengan Apa Yang Ada.

Sering orang melihat dan menilai orang yang berkecukupan bahagia dan tenang, penilaian ini salah karena tidak berdasarkan ilmu pengetahuan dan selalu menilai dari fisik. Mereka tidak akan merasakan kenikmatan dan kekurangan serta indahnya perjuangan kecuali orang sukses berawal dari serba kekurangan dan perjuangan. tapi yakinlah anda akan lebih dari itu asalkan selalu berusaha dan  mau bersusah payah.

 وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim : 7).

Maka, bersyukur dengan segala yang ada pada diri kita, akan menjadikan kita nyaman dengan apa yang ada. Tuhan hanya menginginkan ciptaannya selalu menjadi insan yang baik dengan ujian kelebihan dan kekurangan itu.

Yakinlah! kerana suatu saat nanti pasti akan datang seseorang melengkapi kekurangan kita dengan kelebihannya. jangan pernah berputus harap dan teruskan berdoa. dan ingatlah,setiap kekurangan yang kita memiliki yang merupakan kelebihan yang tidak ada pada orang lain. Bukan semua orang dapat memiliki kekurangan yang kita ada.

Wallohu A’lam Bishowaab[]

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN