Review Of the Week ( Jumanji : Welcome to the Jungle & Bidadari Bermata Bening)

 Fast FM Magelang,  17-01-2018 09:16:56

  

#ReviewOfTheWeek : 14 Januari 2018
*FILM
Judul : Jumanji : Welcome to the Jungle ”
Rilis : Desember 2017 (Indonesia)
Sutradara : Jake Kasdan
—————————————————————————————————————————–
Keluarga Fast, Masih ingat permainan Jumanji yang memunculkan banyak binatang dan pemburu?
Nah di penghujung 2017 kemarin, Sony Pictures membawa sekuel dari Jumanji (1995). Berjudul Jumanji: Welcome to the Jungle, film ini digarap oleh Jake Kasdan dan dibintangi Dwayne Johnson, Jack Black, Kevin Hart, Karen Gilan, dan Nick Jonas.

Cerita dimulai pada tahun 1996 saat remaja lelaki menemukan papan permainan Jumanji. Sesampainya di rumah, ia tidak tertarik memainkannya dan sibuk bermain konsol video game.

Namun pada malam harinya nih keluarga Fast, secara ajaib Jumanji berubah menjadi kaset konsol. Pada saat ia memainkannya, remaja tersebut tersedot ke dalam game itu.

Kemudian ke masa kini, empat anak SMA Spencer (Alex Woff), anak kutu buku, Fridge (Ser’Darius Blain), anak football mantan teman Spencer, Bethany (Madions Iseman), gadis cantik populer gemar selfie, dan Martha, (Morgan Turner) gadis pemalu dan suka mengkritik. Mereka bertemu karena mendapatkan hukuman harus membersihkan ruang bawah tanah disekolah. Spencer pun menemukan konsol permainan video game tua bernama “Jumanji”, ia mengajak yang lain untuk memainkan dan tersedot masuk ke dalam permainan.

Mereka mendarat di hutan dan tampil sebagai avatar yang dipilih. Spencer menjadi arkeolog dan petualang Dr. Bravestone (yg diperankan oleh Dawyne “The Rock” Johnson), Fridge menjadi seorang zoologist Moose Finbar (Kevin Hart), Martha menjadi komando dan ahli dance fight Ruby Roundhouse (Karen Gillan), dan Bethany menjadi palentiolog dan ahli kartogafi Professor Sheldon (Jack Black).

Tentunya Mau tak mau mereka harus mengikuti permainan agar bisa keluar dari Jumanji. Dan misi mereka adalah mengembalikan batu permata ke patung jaguar yang sempat diambil oleh John Van Pelt dengan beragam rintangan dan petualangan.

Jumanji Welcome to the Jungle mencoba meracik permainan klasik menjadi lebih kekinian, dengan menjadikannya sebagai video game beserta avatar yang bisa dipilih.
Tanpa perlu menonton film pertamanya nih keluarga Fast, sepertinya kita bisa mengikuti jalan cerita. Jake Kasdan memodernkan Jumanji dengan jajaran cast yang solid. Walau The Rock alias Dawyne Johnson tampil tinggi, gagah dan pemberani, tetapi ia harus memerankan jiwa Spencer yang penakut dan kutu buku.

Sementara Kevin Hart pun harus memerankan Fridge yang di dunia nyata tinggi dan jagoan, namun di Jumanji membawa-bawa tas ransel dan pendek. Karen Gillan harus memerankan sosok cewek badass Ruby Roundhouse walaupun jiwanya pemalu dan canggung. Dan terakhir Jack Black, aktor pengisi suara ‘Po’ pada Kung Fu Panda, yang berhasil mencuri perhatian dengan perannya sebagai Bethany dalam avatar Professor Sheldon, pria paruh baya gemuk.

Tak hanya penuh petualangan tak terduga, beragam rintangan yang mereka hadapi bersama memupuk rasa keakraban para karakter. Pertemuan mereka berempat pun serupa dengan film The Breakfast Club. Tak melupakan film orisinilnya, Jake juga menyelipkan kenangan Alan Parrish yang diperankan Robin Williams dan bunyi genderang drum ala Jumanji.

Film ini didukung penampilan Nick Jonas dan Bobby Cannavale. Walau tak begitu mendapatkan banyak dialog, Nick melengkapi cerita dengan ketampanannya. Sementara Bobby tampil bengis dan gothic sebagai pemburu John Van Pelt. Banyak komentar juga yg datang, bahwa film ini, setidaknya berhasil meracik ulang karya klasik dengan bumbu kekinian dan para cast yang ciamik. Sehingga film ini adalah pembaharuan yang menghibur

—————————————————————————————————————————–
Film dari Sony “Jumanji: Welcome to the Jungle” mendominasi puncak box office dikawasan Amerika Utara pada pekan pertama 2018 dengan mencetak pendapatan sebesar US$ 36 juta.

Hingga saat ini juga nih keluarga Fast, sekuel kedua Jumanji tersebut telah mengumpulkan total pendapatan sebesar US$ 244,4 juta selama 19 hari penayangannya di kawasan Amerika Utara. Dan ini merupakan posisi puncak pertama yang dicetak Jumanji sejak ditayangkan pada 20 Desember 2017/ sekaligus menjadi film berpendapatan terbesar kesembilan pada film yang diluncurkan tahun 2017 lalu.

Di Internasional, Jumanji mencetak pendapatan US$ 70 juta sehingga menambah pundi total di manca negara menjadi US$ 275 juta. Sementara di Indonesia- Ketenaran Jumanji: Welcome to The Jungle muncul dalam bentuk angka yg fantastis.

Film yang dibintangi Dwayne ‘The Rock’ Johnson ini meraih angka luarbiasa di dua pekan awal penayangannya di Indonesia, di akhir 2017.

Menurut data Box Office Mojo, untuk akhir pekan pergantian tahun pada 29-31 Desember 2017 lalu, film sekuel Jumanji ini meraih lebih dari US$3,2 juta atau setara dengan Rp43,9 miliar.

Perolehan tersebut menambahkan pendapatan total Jumanji 2 menjadi US$8,859 juta atau setara dengan Rp118,9 miliar dalam dua pekan penayangan sejak 20 Desember di Indonesia hingga memasuki 2018. Jika ditotal diseluruh dunia, film ini telah membukukan US$ 514 juta dan masuk dalam top 20 film terlaris 2017 di dunia.

Atas prestasi Jumanji: Welcome to the Jungle ini, sebelumnya Dwayne Johnson jg sempat mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang berbondong-bondong memberikan pendapatan kepada film garapan Jake Kasdan tsb dalam youtube pribadinya

 

Judul BUku : Bidadari Bermata Bening
Karya : HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY

https://referensibukubagus.wordpress.com/

Keluarga Fast, nama besar HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY di Indonesia sepertinya sudah tidak diragukan lagi yaa…, apalagi belakangan banyak karya2 beliau yg di jadikan film layar lebar dan masuk dalam box office indonesia.

Kalau tadi diawal kita udah ngereviev film _ Jumanji, kali ini kita pindah ke Novel Karya Habiburrahman El shirazy yang dikasih judul ” Bidadari Bermata Bening ” . Buku yang diterbitkan April 2017 ini keluarga Fast, mengambil setting tempat sebuah Pesantren Putri. 

Mempunyai 337 halaman setting utama novel ini sebagian adalah Pesantren Kanzul Ulum . Disini kegiatan santri perempuan akan begitu terasa. Namun disini, sudut pandang bukan dari santri pada umummnya namun lebih dari itu yaitu santri yang merangkap menjadi khadimah (pembantu) pesantren.

Dengan konsep pesantren modern, yang hampir sama dengan pesantren modern lainnya, dlm novel ini pembelajaran di pesantren ini masih mengandalkan pelajaran kitab kuning. Tentu yang pernah belajar kitab kuning pasti akan langsung klik dengan istilah-istilah yang dipakai dalam novel Karya Habiburrahman El shirazy . Walau begitu, pada bab-bab selanjutnya setting akan berubah di daerah purwodadi dan nanti juga ada setting di bogor bahkan ada yang luar negeri lho ??

Tokoh utama dalam novel ini bernama Ayna. Perempuan kuat yang selalu memegang teguh nilai-nilai islam dalam dirinya. Banyak sekali penderitaan yang akan dilalui oleh perempuan ini. Disini pembaca juga akan banyak simpati dan merasakan apa yang tokoh utama rasakan. Bisa dibilang, Saat sedih hati ikut sedih, saat gembira hati ikut gembira. Penggambaran perasaan yang dilukiskan kang abik benar-benar terasa. Kalau istilah anak Zaman Now BAPER 🙂

Banyak sekali nilai-nilai yang terselip dalam novel ini, utamanya nilai-nilai islam. Khas dengan novel-novel nya kang abik yaa, selalu tidak pernah tidak tanpa sadar pembaca akan diajarkan nilai-nilai islami.

Selain itu, kritik sosial juga ikut diselipkan dalam novel ini, misalnya sikap orang yang memiliki kelebihan harta terhadap orang yang memiliki kekurangan, penipuan terhadap orang-orang yang baru datang dari kampung, dan juga masalah umur dalam pernikahan.

Tak hanya itu, disini kang abik juga menyertakan sedikit kritik politik lho, tentunya ini mebuat alur cerita menarik. Pembaca bukan hanya terhibur, melainkan juga menambah banyak ilmu serta karakter kita bisa terbangun.

Dalam novel ini, gak lupa kang Abik banyak memberikan twist-twist menarik. Banyak detail-detail kecil di bagian awal yang menjadi klimaks cerita dibagian akhir.

Buat keluarga Fast yang suka baca buku, terutama novel. Bidadari Bermata Bening ini Rekomended banget, selain bagus di penggambaran setting dan perasaan tokoh, banyak nilai-nilai positif yang membuat hati pembaca bisa jadi lebih tenang, jadi lebih kuat dalam menghadapi masalah, jadi lebih ngerti islam yang kaffah.

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN