Reviewe Of The Week (AAC 2 & Ayah Kisah Buya Hamka BK )

 Fast FM Magelang,  09-01-2018 10:59:04

  

Buat keluarga fast yang punya hobby nonton atau baca buku yuuk tune in di Review of the week saban Ahad 13.00 – 14.00 wib
Segala ttg film dan buku ada disini – only on 90.1 fastfm Magelang
Ayat ayat Cinta 2
Untuk episode perdana kita akan mereview film AAC 2 dan buku Ayah – kisah Buya Hamka

Ayat ayat Cinta 2 Keluarga Fast, Setelah sepuluh tahun, sekuel film Ayat Ayat Cinta akhirnya dirilis yaa.. 21 Desember 2017 kemarin dg judul Ayat Ayat Cinta 2 . Di film ini Fedi Nuril masih dipercaya untuk berperan sebagai tokoh Fahri. Namun, diakui Fedi Nuril kisah cinta Fahri yang ia perankan di Ayat Ayat Cinta 2 sangat berbeda dibandingkan dengan film terdahulunya. Pada AAC pertama Fahri mencari jodohnya, namun yang kedua bisa dibilang sudah ada jodohnya tapi hilang, dalam artian apakah dia harus menunggu karena hilangnya nggak jelas, apakah masih hidup, kalaupun sudah meninggal di mana jenazahnya kan enggak tahu. Apakah harus menunggu atau harus move on,” Selain itu nih keluarga fast, latar dari film Ayat Ayat Cinta 2 juga berbeda dengan yang pertama. Dan, isu yang diangkat dalam Ayat Ayat Cinta kedua ini lebih luas dibandingkan dengan yang pertama AAC2 isunya lebih internasional ada banyak macam budaya didalamnya . Seperti yokoh Fahri yg mau meluruskan Islamophobia di Eropa, sedang AAC hanya fokus di mesir dan isu dalamnya saja . Ayat Ayat Cinta 2 bercerita tentang Fahri, seorang dosen di Universitas Edinburg yang kehilangan istrinya, Aisha, karena menjadi relawan di Palestina. Selain Fedi Nuril, film ini juga diperankan oleh Dewi Sandra, Tatjana Saphira, Chelsea Islan, dan Arie Untung. Diakui sang sutradara Guntur Soeharjanto, tidaklah mudah membuat sekuel ini, apalagi kenyataannya yg pertama sukses, bagus dan masuk box office Sementara itu, sang produser Manoj Punjabi mengakui, bahwa sejak awal dirinya sudah sangat serius untuk menggarap sekuel film ini. Buktinya, ia rela melibatkan penata suara dari Hollywood untuk karya terbarunya tersebut.

 

#Reviewoftheweek : 07 Januari 2018

Resensi Buku Judul : Judul Ayah… Kisah Buya Hamka BK

Penulis : Irfan Hamka

Penerbit : Republika Tahun Terbit : 2013

Description : Keluarga Fast/ BUYA HAMKA. // Nama besar ini bukan hanya dikenal sebagai ulama besar, melainkan juga sebagai sastrawan, budayawan, politisi, cendikiawan, dan pemimpin masyarakat. Ketokohan serta keagungan karyanya membuat banyak orang tertarik untuk mengabadikannya. Melalui penuturan anak kelimanya, Irfan Hamka, Republika Penerbit ingin mengenalkan sosok besar Hamka, namun dari sisi yang lebih dekat yaa.. ? Buya Hamka sebagai sosok seorang ayah, suami, dan kepala keluarga. Dalam Buku “Ayah” ini disuguhkan banyak kenangan, pengalaman, dan kisah luar biasa yang mungkin tak akan kita peroleh selain dari orang-orang terdekatnya. Banyak manfaat dan cerita inspiratif dlm buku ini, diantaranya tentang pengalaman yang diceritakan oleh Irfan Hamka sang anak selama 33 tahun kebersamaannya dengan sang Ayah Kisah-kisah dalam buku Ayah- tentu akan membawa kita para pembaca mengenal lebih dekat sosok Buya Hamka dari sisi yang berbeda. Ada banyak penggalan cerita yang menarik dari buku setebal 300 lebih halaman ini/ seperti yg terdapat dalam Halaman ke-10 “Ada tiga syarat yang harus dimiliki oleh orang yang suka berbohong. Pertama, orang itu harus memiliki mental baja, berani, tegas, dan tidak ragu-ragu untuk berbohong. Jangan seperti kamu tadi. Kedua, tidak pelupa akan kebohongan yang diucapkannya. Ketiga, harus menyiapkan bahan-bahan perkataan bohong untuk melindungi kebenaran bohongnya yang pertama. Contoh, ada seorang teman bertanya kepada temannya, ‘Tadi hari Jum’at shalat di mana?’ Si teman yang ditanya sebenarnya tidak ikut shalat berjamaah Jum’at, namun karena malu, dia berbohong, lalu menjawab, ‘Di Masjid Agung’. Si teman yang bertanya kembali bertanya, ‘Di lantai mana kau shalat?’ Yang ditanya kembali menjawab, ‘Di lantai bawah’. Bertambah lagi bohongnya. ‘Saya juga di lantai bawah, kok. Tidak,bertemu?’ Dengan mantap yang ditanya menjawab, ’Saya di saf paling belakang’. Coba kau hitung, Irfan! Untuk melindungi bohongnya, berapa kali dia menambah bohong agar temannya percaya bahwa dia memang shalat di Masjid Agung? Mengerti kau, Irfan, akan cerita Ayah ini?” Atau kisah tentang perjalanan maut di Padang Pasir.Yang diceritakan… Mulanya, gulungan angin bercampur pasir itu masih berjarak sekitar dua kilometer di belakang kami. Umar, sopir kami, menambah kecepatan mobil dari 100, 110, lalu 120 mill per jam. Mobil terasa melayang di atas jalan raya. Namun, angin pasir itu lebih cepat menyusul. Badan mobil terdengar seperti disiram oleh pasir. Suara gemuruh angin terdengar di dalam mobil kami. Seperti ada ribuan suara siulan yang mengepung mobil kami. Ayah terus menyebut nama Tuhan, “Allah, Allah”. Aku pun mengikuti ucapan Ayah, “Allah, Allah, Allah”. Buku 4sifat nabi #komik

 

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN