Review of The week : Film Lima Penjuru Masjid & Cahaya di Penjuru Hati

 Fast FM Magelang,  06-03-2018 15:02:40

  

Ditengah film-film horor yang kembali merajai dan menjadi trend dalam perfilman Indonesia, film bergenre reliji berjudul ‘Lima Penjuru Masjid‘ siap memberikan nafas segar untuk bioskop tanah air bulan maret ini.

Film %PM ini klrga Fast, merupakan produksi kedua dari rumah produksi Bedasinema Pictures menyusul kesuksesan film yang juga bergenre reliji ‘Tausiyah Cinta‘ pada tahun 2016 silam.

Film Lima Penjuru Masjid – dibintangi oleh dokter muda yang sekaligus dikenal sebagai selebgram, Aditya Surya Pratama, bersama para bintang-bintang pendatang baru lainnya seperti Zikri Daulay, Alfie Alfandy, Faisal Azhar Harahap, Zaky A Riva’i, Ahmad Syarif, M. Taufik Akbar, Arafah Rianti, Syakir Daulay, Rangga Azof, dan Ressa Rere.

Lima Penjuru Masjid mengisahkan tentang kasus pencurian kotak amal di Masjid Al-Kautsar membuka cerita baru siapa sesungguhnya Budi, Abian, Lukman, Usman dan Gani.

Gani yang selalu sendiri kali ini kedatangan tamu yang tak biasa. Masjid yang selalu sepi dari kerumunan anak muda. Secara tak diduga Budi yang gagal berangkat ke Inggris, Abian musisi yang sepi orderan, Usman buruh resleting yang kena PHK, dan Lukman pengusaha cuci kiloan atas takdir Allah dipertemukan di Masjid Al-Kautsar.

Bewok maling kotak amal yang berhasil diselamatkan oleh 5 sahabat dari amukan warga merasa harus menetap di Masjid selama 40 hari berturut-turut dan harus menggantikan posisi marbot yang masih sakit.

Bewok terus penasaran dengan banyak hal yang dilakukan Budi, Abian, lukman, Usman, dan Gani. Ditengah itu ada sosok yang muncul yang membuat keberadaan 5 sahabat dan Bewok dipertanyakan.

Arde, pembuat gaduh yang ternyata membenci masjid, dan Mey yang merupakan alasan cekcok antara Gani dan Bewok yang tak kunjung usai. Apakah kecintaan mereka terhadap masjid tetap sama? Bagaimana mereka melaluinya?

Film yg resmi rilis 17 Maret 2018 ini klrga Fast, ceritanya terinspirasi dari para pemuda yang hijrah ke masjid untuk terpaut pada sang pencipta.
Menurut Sang Sutradara Humar Hadi atau Kang Umank sapaan akrabnya “Film adalah jalan yang menarik dalam mensyiarkan dakwah.

Film menurutnya juga bukan hanya tentang cerita dan peran. Peran itu dilakonkan dengan acting. Acting itu menarik emosi. Dan Ketika kita sudah bisa menguasai emosi maka pesan tersampaikan dengan tepat sasaran.

Inilah film, sebagai perpustakaan kita.
————————————————————————————–
#Buku : Novel – Cahaya di Penjuru Hati

Sebuah karya luar biasa kembali hadir dari goresan pena penulis kelas wahid negeri ini.
Alberthiene Endah, salah satu penulis biografi paling beken di Indonesia baru saja menelurkan sebuah maha karya yang begitu indah.

Novel berdasarkan kisah nyata ini klrga fast, begitu mengharu biru. Pembaca tak hanya diajak untuk larut dalam setiap ukiran kata yang dipahatnya, namun juga merenungkan betapa berharganya sebuah cinta yang tulus dalam keluarga.

Novel ini berkisah tentang Wim, seorang pemuda miskin keturunan Tionghoa yang berasal dari Sidoarjo. Kemiskinan yang membelitnya sejak lahir, telah membuatnya kenyang akan ejekan, hinaan, dan kesulitan hidup.
Tumbuh besar dalam lingkungan yang keras dan hitam, Wim sadar bahwa dia harus keluar dari kemiskinan itu dan berjuang demi kehidupan yang lebih baik.

Beruntung, kedua orang tuanya telah mendidiknya dan ketiga adiknya dalam kasih sayang dan keikhlasan.

Sosok ibu yang pekerja keras dan tak mudah menyerah, telah menempa Wim menjadi lelaki yang pantang menyerah. Dia sanggup melakukan apapun demi meraih mimpinya.
Dan karena karakternya tersebut, Wim sempat mengalami beberapa hal yang tak mengenakkan. Di antaranya berseteru dengan oknum polisi, anak-anak orang kaya, atau bahkan gurunya sendiri. Namun, didikan Bapaknya yang halus sering kali menyadarkannya akan hakikat kehidupan.

Meski sedikit bengal, Wim sebenarnya memiliki otak yang encer. Karena kepintarannya itulah, nasib membawanya kuliah ke Yogya, sebuah kota yang sarat makna kehidupan.

Di sinilah, babak penting kehidupannya dimulai. Bertemu jodoh, hingga akhirnya harus merelakan diri kehilangan orang yang sangat dicintainya. Poros keluarganya, cahaya kehidupannya.

Dalam Novel – Based on true ini klrga Fast, Penulis mengaduk-aduk emosi pembacanya lewat lemparan alur flasback yang sangat cair.

Meski harus berulang kali maju mundur mengikuti alur cerita, kita para pembaca tak akan bosan. Sebaliknya, pembaca justru akan semakin dalam tenggelam dalam adukan rasa, pahit, getir, sedih, bahagia bahkan menyala-nyala.

Pemilihan diksi dalam novel setebal 448 Halamani ini pun begitu menggigit, dan menjadikan novel begitu hidup. Seolah-olah pembaca mengalami dan merasakan kata-kata yang tertulis.

Novel ini juga ya klrga fast, sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin menemukan kembali arti cinta, keluarga, ketulusan dan perjuangan.

Tak hanya itu, novel ini juga mengajarkan betapa pentingnya berserah kepada Sang Pemberi hidup agar kita ikhlas menjalani takdir.

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN