Review Of The Week : Danur 2

 Fast FM Magelang,  02-04-2018 15:03:15

  

Salah satu beban berat yang harus dirasakan film sekuel adalah ketika pendahulunya memiliki riwayat kesuksesan. Begitu juga yang terjadi pada Danur 2: Maddah.

Kesuksesan sang ‘kakak’, Danur: I Can See Ghosts yang tayang pada 2017 lalu mau tak mau menjadi tolok ukur bagi penonton yang penasaran dengan kisah Prilly Latuconsina selanjutnya di Maddah.

Namun sepertinya ekspektasi tinggi ketika akan menonton Maddah menjadi terlalu berlebihan, terutama bila Anda adalah penggemar film horor

Secara umum, Maddah tak memiliki perbedaan berarti dibandingkan pendahulunya. Perbedaan hanya dari segi cerita -pastinya- dan juga sebagian pemeran film yang kembali mengangkat kisah nyata novelis Risa Saraswati itu.

Maddah dimulai dengan teror yang menghantui Risa (Prilly Latuconsina) berkat kemampuannya melihat dunia astral.

Mimpi pohon yang sama ketika di Danur: I Can See Ghost selalu membuat Risa terbangun dari tidurnya. Pohon itu adalah kenangan ketika ia harus berhadapan dengan hantu wanita bernama Asih.

Tapi kali ini tak ada Asih yang diperankan secara ‘gila’ oleh Shareefa Daanish seperti di film pertama, meski di Maddah hantunya masih bernuansa indo.

Risa kini sudah beranjak dewasa. Ia telah duduk di tingkat akhir perguruan tinggi. Namun ia masih sama seperti dahulu, kerap melihat hantu, pun masih berkawan dengan teman-teman gaib ciliknya.

Namun Risa masih belum bisa menerima kenyataan ia memiliki kemampuan yang berbeda dibanding orang kebanyakan itu. Hingga pada suatu kali, ia harus menerimanya demi menolong kerabatnya sendiri.

Risa harus menolong omnya sendiri, Achmad (Bucek Depp) yang kepincut hantu noni Belanda bernama Elizabeth. Gara-gara kepincut makhluk gaib, hubungan Achmad dengan istrinya, Tina (Sophia Latjuba) menjadi berantakan.

Sepertinya Putri Marino memang senang dengan film yang penuh tantangan. Setelah sukses menyabet Piala Citra melalui film Posesif, Putri Marino kini kembali dengan film terbarunya, Jelita Sejuba.

Apa sih istimewanya film terbaru dari istri Chicco Jericho ini sehingga wajib menjadi film pilihan kamu? Ini loh 9 alasannya kenapa.

Selama ini kalau berbicara tentang film perang, atau film yang berhubungan tentang tentara, pasti yang disorot adalah cerita tentang kisah patriotik tentara tersebut, namun bukan pendampingnya. Film Jelita Sejuba atau yang berarti Mencintai Ksatria Negara adalah kisah tentang Sharifah, yang diperankan oleh Putri Marino, seorang istri tentara, yang hatinya selalu bergejolak setiap kali suaminya, Jaka, yang diperankan oleh Wafda Saifan Lubis, harus meninggalkannya untuk memenuhi tugas dari negara.

Bagaimana peran seorang istri yang harus merelakan suaminya bertugas, diceritakan dengan manis dalam Jelita Sejuba. Banyak sekali pengorbanan yang dilakukan seorang istri tentara, yang tidak banyak disorot. Film ini akan menceritakan sisi lain kehidupan keluarga seorang tentara, yang juga akan menunjukkan bagaimana beratnya menjadi istri seorang prajurit.

Alur cerita film Jelita Sejuba ini juga adalah tentang kerinduan Sharifah akan Jaka membawa ingatannya kembali ke masa lalu yang indah di negeri Natuna, Sumatera. Ketika asmara pertama membuat hati belianya bergelora. Ketika galau melanda jiwanya saat dipinang sang Prajurit. Ketika si buah hati lahir, tumbuh, dan bertanya kapan Ayahnya pulang. Namun Sharifah tetap yakin akan cintanya untuk sang Kesatria Pembela Negara.

Bayangan sebagai pasangan suami-istri yang akan terus bersama menjadi berat ketika tugas memanggil dan memisahkan mereka. Apalagi ketika selama bertahun-tahun sang anak sendiri tidak tahu bagaimana rupa ayahnya, dan juga mulai bertanya dan merindukan keberadaannya. Kegundahan hati seorang istri prajurit inilah yang kemudian diangkat dan digambarkan dengan apik dalam film yang sarat makna.

Berapa banyak film Indonesia yang dilandasi oleh kejadian nyata? Ide awal cerita Jelita Sejuba ini berasal dari buah pemikiran Ibu Krisnawati. Ibu Krisnawati ini adalah seorang perempuan yang memang hidup dalam dunia militer. Jadi memang Ibu Krisnawati melihat sendiri bagaimana prajurit-prajurit muda yang siap mempertaruhkan nyawanya untuk negara, sementara dibelakang mereka ada istri-istri yang mendukung mereka yang tidak kalah hebat.

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN